Blog Post

Berisi artikel dari Phy Edumedia tentang Tips, Trik dan Teknologi seputar Pendidikan dan lingkungannya

Jual Serbuk Magnesium (Mg) Analis – Merck

Phy Edumedia menjual Serbuk magnesium berkualitas tinggi untuk kebutuhan analisis laboratorium kimia dan farmasi. Cocok digunakan sebagai reagen reduktor, bahan pembelajaran reaksi redoks, serta penelitian sintesis senyawa organomagnesium.
Kualitas grade analis dari Merck menjamin kemurnian dan konsistensi hasil eksperimen.

Kegunaan Serbuk Magnesium (Mg) dalam Penelitian Laboratorium Kimia dan Farmasi

Serbuk magnesium (Mg) merupakan logam reaktif yang memiliki peran esensial dalam penelitian laboratorium kimia sebagai reduktor kuat untuk sintesis organik, seperti pada reaksi *Grignard*, serta menjadi komponen utama dalam studi termokimia dan laju reaksi pembakaran. Di bidang farmasi, serbuk ini dimanfaatkan secara luas sebagai bahan baku sintesis berbagai senyawa medis penting, di antaranya magnesium oksida untuk antasida, magnesium hidroksida sebagai pencahar, dan magnesium sulfat untuk terapi anti-kejang. Mengingat sifatnya yang sangat mudah terbakar dan reaktif terhadap air, penggunaan serbuk magnesium menuntut penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, seperti keharusan memadamkan api menggunakan pasir kering atau pemadam khusus logam, guna memastikan jalannya inovasi dan eksperimen ilmiah berlangsung secara aman.

phy edumedia sendok tanduk

Kegunaan Sendok dari Tanduk dalam Laboratorium Kimia atau Farmasi (Secara Historis atau Terbatas)

Sendok dari tanduk pernah digunakan atau masih digunakan secara terbatas untuk beberapa alasan: ❌ Kekurangan Sendok Tanduk di Laboratorium Modern Namun, dalam praktik laboratorium modern, penggunaan sendok tanduk telah sangat terbatas karena beberapa kelemahan: ✅ Alternatif Modern Laboratorium kimia dan farmasi saat ini lebih memilih: Kesimpulan Sendok tanduk pernah atau masih digunakan secara terbatas dalam …

Kegunaan Sendok dari Tanduk dalam Laboratorium Kimia atau Farmasi (Secara Historis atau Terbatas) Read More »

Praktikum Hukum II Newton: Mengukur Percepatan Benda

Pendahuluan Hukum II Newton menyatakan bahwa percepatan suatu benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Dalam praktikum ini, kita akan mencoba memverifikasi hukum ini dengan mengukur percepatan troli yang ditarik oleh beban.   Tujuan Praktikum Alat dan Bahan Prosedur Percobaan Tabel Data No. Percobaan Massa Beban (kg) Waktu …

Praktikum Hukum II Newton: Mengukur Percepatan Benda Read More »

Percobaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Pendahuluan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) merupakan dua konsep penting dalam fisika. GLB adalah gerak benda dengan kecepatan konstan, sedangkan GLBB adalah gerak benda dengan percepatan konstan. Praktikum ini bertujuan untuk memahami perbedaan antara GLB dan GLBB melalui pengamatan langsung. Alat dan Bahan: Bidang datar dengan penggaris skala Gerobak atau …

Percobaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) Read More »

Beaker Glass: Bahan Pembuat dan Kegunaannya

Pengantar Beaker glass adalah salah satu alat laboratorium yang paling umum dan esensial. Dalam dunia ilmiah, khususnya kimia dan biologi, beaker glass memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai eksperimen dan proses penelitian. Artikel ini akan membahas secara mendetail tentang beaker glass, bahan pembuatannya, serta berbagai kegunaannya. Bahan Pembuat Beaker Glass Beaker glass umumnya terbuat …

Beaker Glass: Bahan Pembuat dan Kegunaannya Read More »

Panduan Membuat Teleskop Sederhana dengan Pemilihan Lensa Okuler dan Objektif

Membuat teleskop sederhana membutuhkan ketelitian dalam memilih kombinasi lensa objektif dan lensa okuler yang tepat untuk menghasilkan pengamatan yang optimal. Lensa objektif berfungsi mengumpulkan cahaya, di mana disarankan menggunakan lensa dengan panjang fokus 500–1000 mm dan diameter 50–80 mm agar hasil pembesaran maksimal tanpa kehilangan intensitas cahaya. Sementara itu, lensa okuler menentukan tingkat pembesaran total teleskop, yang perhitungannya didapat dari membagi panjang fokus lensa objektif dengan panjang fokus lensa okuler (misalnya, objektif 800 mm dibagi okuler 25 mm menghasilkan pembesaran 32x). Selain perhitungan matematis, proses merakit teleskop ini juga menuntut eksperimen penyesuaian titik fokus secara manual serta perawatan kebersihan lensa menggunakan kain mikrofiber dan pelindung agar kualitas gambar yang dihasilkan tetap tajam dan jernih.